Upgrade Performa Honda Beat, Tenaganya Bisa Ngisi Terus Cuii..!

OTOMOTIFBeAT terkenal sebagai skutik yang punya akselerasi mantap di rpm bawah hingga menengah. Cocok untuk penggunaan sehari-hari yang stop & go, atau demi menaklukkan lalu-lintas yang macet. Namun kedodoran saat jalan keluar kota, di mana banyak jalanan lurus panjang yang butuh rpm tinggi.

Tapi jangan kawatir, gampang kok agar rpm atas juga ngisi. Upgrade saja performa mesinnya, hal tersebut sudah dibuktikan Yuda Billindo, mekanik bengkel Gandhi Racing yang beralamat di Jl. Pajajaran No.62, Pamulang, Tangerang.

Berdasarkan tes jalan memang atasnya lebih berisi. “Lawan skutik balap yang 150 cc pun berjaban, terbukti waktu dites di Sentul,” terang Gandhi Santana, bos Gandhi Racing (BR).


 

 


Piston Jupiter Z oversize 100 masuk pada boring standar

Kepala silinder hanya di-polish, payung klep dibubut agar ringan dan lebih rata dengan seating klep

Sekat silencer dibobok, gantinya pipa 28 mm berikut saringan dan glasswool di ujung

Pembuktian lain ketika diukur tenaga dan torsinya di atas dynamometer Sport Devices, milik Dunia Motor di kawasan Ciputat, Tangerang. Tercatat tenaga mencapai 10,8 dk/6.241 rpm, dan torsi 19,39 Nm/3.317 rpm.

Angka itu lebih tinggi 1,9 dk  dan 4,85 Nm. Sebab BeAT standar (yang kami pakai tes di waktu bersamaan) dengan dynamometer merek sama tercatat hanya 8,9 dk/4.878 rpm, dan torsi 14,54 Nm/4.007 rpm.

Ingin tahu ubahan yang hanya membutuhkan waktu satu hari ini? Mari disimak terus! Oh iya tulisan ini juga untuk referensi rekan Mr. Testo pemilik skutik serupa yang bertanya lewat email (azizwicaksono11@gmail.com) tentang upgrade performa BeAT.

Silinder Blok & Piston
Isi silinder dibesarkan namun tak ekstrem, karena awet dan hemat jadi poin penting. “Cukup pakai piston Jupiter Z oversize 100,” terang Yuda. Diameternya berarti 52 mm, jika dihitung kini volumenya jadi 116,7 cc.

Pemasangan tetap menggunakan boring bawaan motor. “Cukup dikorter, masih aman, kok,” terang pemukim kawasan Pamulang ini. Sedang bibir piston dibubut 0,5 mm agar tak membentur kepala silinder, serta membentuk dome. Tak lupa coakan diperdalam agar tak membentur klep.

Kepala Silinder
Cylinder head tak banyak mengalami ubahan, “Hanya di-polish saja untuk menghilangkan kulit jeruk yang menghambat aliran bahan bakar dan udara,” lanjut mekanik berbadan kekar ini. Efeknya tentu saja gas speed makin cepat.

Paduannya payung klep bawaan motor sedikit disentuh. “Bibirnya dibubut agar tipis dan rata dengan seating klep,” terangnya. Efeknya aliran makin lancar, dan saat pembakaran lebih tuntas karena tak ada yang terhalang.

Kem
Sebagai pengatur buka-tutup klep, kem atau noken as wajib dioprek biar pasokan bahan bakar dan pembuangan makin banyak. “Pantat kem dibubut 0,5 mm,” papar Yuda lagi. Sayang berapa durasinya, dengan jujur Yuda mengaku tak mengukur.

Karburator
Mengimbangi makin besarnya volume silinder, yang berdampak makin besar sedotan, spuyer dinaikkan. Namun ternyata yang minta naik pilot jet. “Naik satu step jadi 38.”

Knalpot
Memaksimalkan penghimpunan tenaga, saluran pembuangan diperlancar. Caranya dengan membobok silencer, semua sekat dibuang lalu diganti pipa bulat pada setengah silencer, sisanya model berlubang dilengkapi glasswool.

Leher knalpot tetap standarnya. “Karena klep standar, kalau dibesarkan bawahnya malah drop.”

CVT
Penerus daya juga sedikit dimodif, tentu agar penyaluran tenaga lebih merata dari bawah sampai atas. Pertama roller diperingan jadi 8 gr, lalu per CVT ganti dengan spek 1.500 rpm.

Part dan jasa


Piston kit + korter
200.000

Bubut klep
20.000

bubut noken as
100.000

Bobok knalpot
150.000

Roller
70.000

Per CVT
70,000

Jasa
150.000

Total
760.000

Data performa



standar
Upgrade
Kenaikan
Tenaga
8,9 dk / 4.878 rpm
10,8 dk / 6.241 rpm
1,9 dk
Torsi
14,54 nm / 4.007 rpm
19,39 nm / 3.317 rpm
4,85 nm

Upgrade Performa Honda Scoopy, Korekan Bikin Happy!

OTOMOTIFNaik Scoopy pasti happy!” gitu penggalan kalimat iklan Honda Scoopy. Tapi apa benar, naik skutik retro modern ini dijamin happy? “Tampilan emang keren, tapi saya belum happy karena kurang kencang, hehe,” ujar Melvin Soetomo.

Menurut pengguna skutik berkapasitas 110 cc itu, kendati tampilan retro, dia ingin tunggangannya tetap bisa lari kencang. “Maklum hobi ngebut, nih,” lanjut warga Puri Indah, Kembangan, Jakbar.

Maka dari itu, belum lama mengisi garasi rumah, Scoopy langsung digiring ke bengkel korek. Tepatnya ke bengkel Paddock Speed Clinic (PSC) yang ada di Jl. Lapangan Bola No. 35, Kebon Jeruk, Jakbar.




Piston 56,5 mm milik BLitz Joy oversize 50 terpasang pada silinder yang booring-nya diganti

kepala silinder pakai klep 29 dan 24 mm juga di polish

Knalpot tampang standar, padahal sudah di bobok 

 

Motor langsung diserahin ke Armyando, penggawang PSC. Mandat Melvin pada Pak Haji, panggilan Armyando, cukup simpel. Apalagi kalau bukan dibikin kenceng, jadi naikinnya makin happy. Oh ya, cara ini juga bisa buat referensi Scoopymania yang kirim pertanyaan ke email Mr. Aziz: azizwicaksono11@gmail.com.

Nah, setelah dioprek-oprek proyek ini hasilnya tak mengecewakan. “Akselerasi jadi jauh lebih responsif dibanding standarnya,” puas Melvin.

Sedang sesuai pengukuran dynamometer merek Dynomite milik Ultra Speed di kawasan Haji Mencong, Ciledug, Tengerang, diperoleh data tenaga jadi 13,53 dk/9.050 rpm, sedang torsi 10,72 Nm/8.900 rpm. Sedang klaim pabrikan standarnya hanya 8,28 dk/8.000 rpm, torsi 0,85 kgf.m/5.500 rpm atau 8,34 Nm/5.500 rpm (1 kgf.m = 9,80665 Nm). Ini hasil lengkapnya!

Blok Silinder

Demi menaikkan kapasitas mesin, pilihannya pakai piston berdiameter 56,5 milik Kawasaki Blitz Joy oversize 50. Pemasangan harus mengganti boring bawaan motor. Boring baru berdiameter luar hingga 61,5 mm. Agar bisa masuk, mulut crankcase dibubut 2 mm.

Meski boring demikian besar, ketebalan liner masih berkisar 2,5 mm, artinya masih aman jika dijejali piston 57,5 mm. “Boring-nya pakai yang bagus dan dibikin tebal, agar aman dipakai harian,” terang Pak Haji.

Kepala Silinder
Menyesuaikan piston yang membengkak, klep pun dibesarkan agar pasokan bahan bakar mencukupi. “Klep in jadi 29 dan out 24 mm,” lanjut mekanik yang doyan ikut balap drag bike ini. Klep dipilih yang berlabel EE. Pemasangan dipasrahkan pada tukang bubut.

Lalu saluran masuk-buang ikut disentuh mata tuner. Bertujuan menghilangkan kulit jeruk sehingga aliran makin lancar.

Noken As
Pengatur buka-tutup klep ini juga diatur ulang. Durasi dan lift dibesarkan dari standarnya. Sayang Pak Haji tak mau mengumbar speknya. Rahasia dapur ya bos?

Knalpot
Sekilas terlihat standar. Namun jangan salah, bagian leher telah dibesarkan, dan silencer-nya juga sudah dibobok. “Pengerjaan saya serahkan pada Iyan Lemer, ahli knalpot di kawasan Permata Hijau, Jaksel,” lanjut Pak Haji. Pantas jika digas suaranya cukup nyaring.

Karburator
Penyuplai bahan bakar dan udara tetap menggunakan bawaan motor, hanya saja agar pembakaran ideal spuyer diatur ulang. “Pilot jet naik satu step jadi 40, sedang main jet dua step jadi 102,” ujar Armyando.

Pengapian
Tak mengalami ubahan apapun, masih tetap standar. “Sementara itu dulu, nanti kalau kurang happy baru di-upgrade,” ujar Melvin sambil tertawa.

Part dan jasa


Ganti boring
240.000

Piston dan ring
250.000

Ubah kepala silinder
60.000

Bobok knalpot
45.000

Bubut noken as
45.000

Total
880.000

Data performa



standar*
Upgrade**
Kenaikan
Tenaga
8,28 dk / 8.000 rpm
13,53 dk / 9.050 rpm
5,25 dk
Torsi
8,34 nm / 5.500 rpm
10,72 nm / 8.900 rpm
2,38 nm
PSC
0816-1973197 / 021-93812006


Aplikasi 4 Part, Bikin Power BeAT Naik 3,37 DK

OTOMOTIF -Soal performa, skutik-skutik Honda banyak di acungi jempol, salah satunya BeAT 110. “Awal gas dipelintir, akselerasinya cepat. Lebih responsif dibanding matik lain. Ditambah lagi konsumsi BBM-nya irit,” aku Rachman, warga Srengseng, Jakbar, yang sudah 1 tahun menebus BeAT.

Meski demikian, banyak pem besut BeAT yang masih ingin lebih dari sekadar power standar. Ujungnya, sederet part racing pendongkrak tenaga dan akselerasi ditebus guna mengatasi hal tersebut.

Nah, beberapa ramuan yang sering diaplikasi, tanpa harus rombak mesin antara lain; mengganti knalpot standar dengan jenis freeflow, menukar karbu orisinal dengan model skep langsung ditarik kabel gas, pemakaian CDI unlimiter dan mengaplikasi noken as racing. “Keempat peranti itu sudah bikin tambah ngacir. Apalagi kalau cuma untuk harian, sudah cukup,” ujar Jessy ‘Cokky’ Liga Siswanto, penggawang JP Racing.

Lalu, untuk membuktikannya, Cokky kasih ramuan andalannya yang biasa diaplikasi pada ma tik konsumennya. Kali ini di terapkan pada Honda BeAT mi lik Rachman, yang kebetulan pe ngin meningkatkan performa tung gangannya.


Noken as Kawahara durasi 260o, cukuplah

Campuran bahan bakar dan udara tepat berkat karburator PE 24

Seperti biasa, di sektor penerus gas buang, bos JP mengandalkan produk sendiri, yakni knalpot Kawahara K-1 yang dibanderol Rp 700 ribu. “Ini khusus untuk mesin standar, tapi kalau mesinnya sudah dibore-up, saya pakai Kawahara K-2,” aku pria yang buka workshop di Jl. Cendrawasih No.6E-F, Sawah Lama, Ciputat, Tangerang ini.


Knalpot Kawahara K1, khusus mesin standar

Lalu otak pengapian meng aplikasi CDI BRT F-Tech yang di pasaran bisa ditebus Rp 670 ribu. “Buat motor harian, CDI ini sudah pas. Tapi kalau untuk turun di ajang balap, saya biasa pakai BRT I-Max Super Pro. Harganya juga lebih mahal,” yakin pria yang sudah sejak 6 tahun lalu buka bengkel matik ini.

Kemudian, agar suplai bensin di ruang bakar lebih optimal, aplikasi karburator Keihin Venturi 24 dengan paduan spuyer 38/108 seharga Rp 450 ribu. “Pakai karbu ini, filter udara tetap bisa dipasang. Jadi tak usah khawatir karburator cepat kotor,” tegas Ardiyanto ‘Botak’, teknisi JP Racing.

Terakhir, guna mengejar buka tutup klep lebih cepat, noken as stan dar dipensiunkan dini yang ke­mudian diganti produk Kawahara, durasi 260º yang bisa diboyong dengan dana Rp 400 ribu.

Untuk mengukur peningkatan power dan torsinya, OTOMOTIF me makai alat dynojet milik tim balap BRT di Cibinong, Jabar. Hasilnya, monggo lihat tabel.

Tabel hasil dyno
Part Power Torsi
Standar 6,99 dk / 7.800 rpm 7,54 Nm / 6.200 rpm
Paket racing 10,36 dk / 9.400 rpm 8,45 Nm / 8.500 rpm
JP Racing 021-70993827

Aplikasi Keihin PE24 di Honda Beat, Jurus Tarikan Responsif!

OTOMOTIF – Karburator semua skutik Honda (kecuali PCX) mengusung jenis diafragma atau sering disebut karbu vakum. Nah, kerja buka-tutup skep pada karbu jenis ini, berdasarkan tingkat kevakuman di ruang bakar.

Hal itu dilakukan demi mengejar efisiensi pemakaian bahan bakar (irit BBM). Tapi konsekuensinya, bukaan tenaganya tak seresponsif bila pakai karbu velocity monoblock (VM) alias skep langsung ditarik kabel gas.


Gbr 1

Gbr 2

Jadi, bisa ditebak kalau akselerasinya agak kurang gesit dibanding pakai karburator biasa. Maka wajar kalau para speedgoers kebanyakan mengganti karbu vakum di motornya pakai jenis VM. Tak terkecuali di skutik. Anda tertarik menggunakannya di skutik Honda kesayangan?

Pilihan karbunya yang sering diaplikasi yaitu Keihin PE24 (gbr.1). Sebab menurut beberapa mekanik yang telah mengaplikasi di Vario dan BeAT (bisa juga dipakai di CBS Techno dan Scoopy), karbu ini tergolong mudah di-setting. Selain itu harganya cukup murah dan kerap dijuluki karbu sejuta umat.

“Di gerai kami dijual sekitar Rp 450 ribu,” bilang Agus, penggawang Matic Shop di Jl. Ciledug Raya, Tangerang, Banten.

Nah, cara pasangnya pun cukup mudah. “Karena diameter venturinya beda tipis dengan karbu BeAT atau Vario, yakni 24 mm. Jadi karet intake manifold standar gak perlu diganti,” tukas Ardianto, mekanik JP Racing di Jl. Cendrawasih No.6 E-F Sawah Lama, Ciputat, Tangerang.


Gbr 3

Gbr 4

Sebagai bahan praktik, kita coba di BeAT (bisa juga untuk Scoopy) ya! Langkahnya begini. Usai menebus PE24, sesuaikan ukuran spuyernya (gbr.2). “Kalau mesin masih standar, pilot jetnya (pj) samakan saja kayak di karbu aslinya, yakni ukuran 35. Tapi kalau knalpot diganti model free flow, pj-nya pakai yang 38 atau 40. Sementara main jetnya (mj) pakai 108 (mj standar karbu BeAT 100),” saran Ardianto.

Kelar itu, pasang karbu itu pada intake manifold bawaan motor. Tentu setelah karbu standar dicopot lebih dulu. Lalu, potong ujung kabel gas asli pakai tang (gbr.3). Tapi kalau sayang merusak kabel gas bawaan motor, bisa ganti pakai punya motor lain yang panjangnya sama.


Gbr 5

Bila sudah, tanggalkan pipa kabel gas yang berbentuk mirip huruf L yang terletak di ujung selongsong kabel dengan cara dipanaskan pakai korek gas (gbr.4).

Lantas tekuk ujung kabel gas yang tadi dipotong, lalu ikat tekukan itu diikat pakai benang (gbr.5). Tujuannya untuk sangkutan kabel gas di skep karburator.

Beres deh, tinggal rakit kabel gas tersebut pada skep, lalu pasang skepnya di karbu. Oh iya, menurut Senaponda dari PaDepokan Motorpsort, Depok, Jabar, jika pakai karbu PE24, filter karbu standar masih bisa digunakan lo.

Selamat mencoba ya!

 

Paket Bore-Up Skutik Honda, Apa Aja Boleeehh…!


OTOMOTIF – Bagi skutikmania penyuka kecepatan, terutama pembesut matik jebolan PT Astra Honda Motor (AHM), baik Vario, Vario Techno CBS, BeAT dan Scoopy, pasti merasa masih kurang puas dengan tenaga standarnya. Maklum, tiap skutiker pemakaiannya motornya kan berbeda-beda.

Maksudnya, ada yang buat turing, mendukung aktivitas sehari-hari buat membelah kemacetan kota dan kepentingan lain yang tentu butuh akselerasi dan power lebih. Wajar kalo banyak matikmania yang mendongkrak performanya. Nah, biar bisa mendukung kebutuhan itu, buat panduan, berikut ini dibahas paket bore-up yang ditawarkan bengkel.  Apa aja boleeh!

Piston Set
“Buat dongkrak kapasitas ruang bakar makin besar, garapan utama biasanya aplikasi piston lebih gede. Lantaran mesin Vario sama dengan CBS, sedang mesin BeAT mirip Scoopy, cari part racingnya juga mudah, sudah banyak di pasaran,” beber Sena Ponda, technical advisor Padepokan Matic yang biasa garap motor bore-up balap.

Guna meningkatkan volume ruang bakar, piston standar pasti diganti dengan seher besutan lain/aftermarket berdiameter lebih besar. Alhasil bensin yang masuk di ruang bakar lebih banyak, sehingga pembakarannya meningkat. “Kalau untuk harian maupun turing luar kota, yang awalnya berkapasitas ruang bakar 110 cc diupgrade jadi 125 cc, sudah cukup,” terang Mansuri, penggawang Em Push Motor (EPM)  yang biasa racik motor road race.



CDI Racing
Berhubung pasokan BBM di ruang bakar lebih banyak, CDI maupun koil standar juga mesti diganti  produk aftermarket khusus racing. Tujuannya untuk meningkatkan letikan bunga api di busi agar pembakaran lebih sempurna dan maksimal.

“Meski sedikit menguras isi dompet, dengan CDI maupun koil racing dijamin performa akan meningkat,” ujar Joddy Ario, penggawang Joddy Motor (JDM) yang biasa aplikasi bore-up pada motor modifikasinya yang berkonsep lowrider.

Noken as
Ini buat membantu mempercepat proses buka tutup klep, tuner biasa mengandalkan peranti ini yang pemasangannya tinggal plek. “Noken as dengan spesifikasi racing kebanyakan tonjolannya lebih tinggi dibanding aslinya, sehingga proses buka tutup klep lebih maksimal. Ini untuk mengatasi putaran bawah biar tidak terlalu lelet,” aku Jessy ‘Cokky’ Liga Siswanto, penggawang JP Racing yang biasa garap matik buat balap.



Knalpot & Karburator
Nah bila rider belum puas dengan ubahan dan aplikasi part di atas, bagi yang berkantong lebih tebal bisa menambahkan knalpot maupun karburator racing dengan lubang venturi lebih besar dibanding standarnya. “Kalau enggak mau pakai aftermarket, bisa pakai knalpot standar bobokan,” imbuh Julius, mekanik sekaligus pemilik bengkel Johnny Holle Motor (JHM).

Bagi matikmania pembesut Honda yang tertarik dengan paket bore-up buat harian maupun turing, sebagai bahan referensi, bisa hubungi atau sambangi bengkel-bengkel di bawah ini..

Daftar Paket Bore-Up

Padepokan Matic (0812-8383146)
Scoopy/BeAT (Bore-up 125 cc): Piston FIM 53,75 mm, ring piston SGP, per klep Smash SGP, per CVT Kymco, roller KTC 10 gr, noken as CLD modif durasi 275º, oli Enduro matik, polish, minyak rem dot 4, filter udara polyester Rp 2 juta. Kalo tambah knalpot silent replika ala yoshimura + CDI BRT F-Tech. Total Rp 1,4 juta

Vario/CBS (Bore-up 130 cc): Piston FIM 55,00 mm, ring piston SGP, per klep Smash SGP, per CVT Kymco, roller KTC 10 gr, noken as CLD modif durasi 275º, oli Enduro matik, polish, minyak rem dot 4, filter udara polyester. Total Rp 2 juta. Kalo tambah knalpot silent replika ala yoshimura + CDI BRT I-Max Rp 1,7 juta

Joddy Motor (021-86601686)
Scoopy/BeAT (Bore-up 150 cc): Blok mesin baru LHK, piston set LHK 58,5 mm, porting-polish, roller KTC 10 gr, skir klep, air radiator. Total Rp 1,8 juta. Kalo tambah CDI TDR dan Knalpot CLD Rp 1,5 juta

Vario/ CBS (Bore-up 150 cc): Blok mesin baru LHK, piston set LHK 58,5 mm, porting-polish, roller KTC 10 gr, skir klep, air radiator. Total Rp 1,8 juta. Kalo tambah CDI TDR + Knalpot CLD Rp 1,5 juta

JP Racing (021-70993827)
Scoopy/BeAT (Bore-up 125 cc): Piston Kharisma 53 mm, ring piston Shogun 110, noken as Kawahara 270º, papas head 1,5 mm, per klep Grand, porting polish, roller 10 gr, CDI BRT. Total RP 2,4 juta

Johnny Hole Motor (0812-9599656)
Scoopy/BeAT (Bore-up 125 cc): Piston set Izumi 54 mm, per CVT Kitaco, CDI BRT I-Max porting polish, total Rp 1,5 juta

Scoopy/BeAT (Bore-up 150 cc): Piston set Izumi 58 mm, per CVT Kitaco, CDI BRT I-Max, porting polish, setting klep, klep Sonic, besarin crank case. Total Rp 3,5 juta

Vario/CBS (Bore-up 120 cc): Piston set 53 mm, porting polish, CVT racing, per klep racing, CDI BRT I-Max, kabel busi bermassa. Total Rp 2 juta

Matic Shop (021-68835990)
Scoopy/BeAT (Bore-up 130 cc): Blok mesin baru, piston Izumi 55 mm, ring piston NPR, head custom, big valve 24/28, porting polish, roller, CLD 10 gr, noken as, CLD, karbu PE 28, CDI BRT F-Tech, knalpot CLD. Total Rp 3,9 juta

Em Push Motor (021-99959191)
Scoopy/BeAT (Bore-up 130 cc): Piston set Izumi 55 mm, head custom big valve 24/28, noken as CLD, roller CLD 10 gr, porting polish, spuyer gede, knalpot bobok, CDI BRT F-Tech. Total Rp 4 juta

Vario/CBS (Bore-up 130 cc): Piston set Izumi 55 mm, head custom big valve 24/28, noken as CLD, roller CLD 10 gr, porting polish, spuyer gede, knalpot bobok, CDI BRT F-Tech. Total Rp 4 juta

 

About these ads